Rabu, 08 Maret 2017

RANCANGAN SISTEM PEMBERIAN BONUS KARYAWAN

RANCANGAN SISTEM PEMBERIAN BONUS KARYAWAN








Input
Penjelasan
Data Karyawan
-          Modul ini digunakan untuk melakukan  penginputan data karyawan
Data Suplier
-          Modul ini digunakan untuk Input data supplier ini digunakan untuk menginput data supplier dan melengkapi data supplier.
Data Persediaan Barang
-          Modul ini digunakan untuk Input data barang digunakan untuk menginput data kode barang dan nama barang serta harga jual dan beli barang tersebut.
Data Penjualan
-          Modul ini digunakan untuk data digunakan untuk mengetahui data pembelian  dan untuk mengetahui berapa jumlah pembelian yang dilakukan dalam jangka per bulannya
Data Absen Karyawan
-          Modul ini digunakan untuk mengisi kehadiran karyawan

Proses
Sistem Pemberian Bonus Karyawan

-          Modul penghitungan gaji ini digunakan untuk menghitung bonus karyawan

-          Perhitungan pada sitem pemberian bonus ini berdasarka prestasi penjualan karyawan, karyawan yang memiliki prestasi penjualan yang baik, maka akan memperoleh imbalan yang lebih tinggi begitu pula sebaliknya.  Artinya, semakin tinggi prestasi yang diraih maka semakin tinggi pula kenaikan imbalannya

-          Penjualan sesuai target perusahaan bonus 5% dari gaji
-          Penjualan melebihi target = kelebihan % target x gaji karyawan
Output
Penjelasan
Laporan Data Karyawan
-          Laporan data  pegawai untuk menyajikan data pegawai yang bekerja di Perusahaan
Laporan Data Suplier
-          Laporan data supplier digunakan untuk menyajikan data supplier yang disajikan dalam  bentuk ringkasan untuk satu periode (bulan) sehingga dapat dilihat dengan jelas daftar nama supplier dan alamat lengkap para supplier
Laporan Data Persediaan Barang
-          Laporan persediaan barang merupakan lembaran yang digunakan untuk mengtahui jumlah stock yang tersedia sebagai bukti tercetak stock  persediaan perusahaan
Laporan Data Penjualan
-          Dalam laporan transaksi penjualan barang dapat digunakan untuk mengetahui barang apa saja yang terjual dalam bulan tersebut dan siapa nama karyawan penjualan yang menjual barang tersebut untuk dapat mengetahui besarnya bonus nanti yang diterima oleh para karyawan penjualan berdasarkan dari jumlah omset mereka masing – masing.
Laporan Data Absen Karyawan
-          Laporan absen karyawan digunakan untuk melihat daftar absen karyawan dalam satu bulan
Laporan Gaji dan Bonus Karyawan
-          Laporan gaji dan bonus ini untuk dapat mengetahui jumlah gaji dan bonus yang akan diterima oleh karyawan. Dalam laporan ini dapat dilihat secara terperinci berapa bonus yang akan diterima oleh karyawan penjualan sesuai dengan  besarnya penjualan yang telah dilakukan oleh karyawan tersebut





PENGEMBANGAN SISTEM PENYUSUNAN DAN PENGENDALIAN ANGGARAN YANG MAMPU MENINGKATKAN EFEKTIFITAS DAN AKUNTABELITAS ANGGARAN PEMERINTAH PADA STAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

PENGEMBANGAN SISTEM PENYUSUNAN DAN PENGENDALIAN ANGGARAN YANG MAMPU MENINGKATKAN
EFEKTIFITAS DAN AKUNTABELITAS ANGGARAN PEMERINTAH
PADA STAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

A.  Latar Belakang
STAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (STAIN SAS BABEL) adalah lembaga Pendidikan Tinggi Islam yang menyelenggarakan pendidikan di bawah koordinasi Kementerian Agama Republik Indonesia. Setiap tahunnya STAIN SAS BABEL menyusun rencana program dan anggaran untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan. Dalam penyusunan rencana program anggaran di STAIN SAS Babel masih manual, hal ini dapat dilihat dari mekanisme penyusunan anggaranya, dimana semua jurusan dan unit-unit yang ada di kampus STAIN SAS Babel melakukan pertemuan untuk pembahasan rencana anggaran pada awal tahun. Selanjutnya jurusan dan unit-unit membuat Kerangka Acuan Kerja (KAK) menggunakan aplikasi microsoft world dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) menggunakan aplikasi microsoft excel. Bagian subbagian Perencanaan, Keuangan dan Akuntasi (PKA) melakukan pengkajian terhadap rencana usulan anggaran dari jurusan dan unit-unit berdasarkan standar biaya masukan (SBM) dan standar biaya lainnya pada perguruan tinggi (SBML). Hasil pengkajian tersebut diinput kedalam aplikasi RKAKL (Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga) dan di usulkan ke bagian Perencanaan Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
Untuk menghasilkan rencana program dan anggaran yang sempurna, Subbagian PKA memerlukan beberapa kali pertemuan untuk melakukan pembahasan rencana program dan anggaran. Sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam penyusunan rencana program dan anggaran, selain itu membutuhkan biaya yang besar juga untuk membiaya kegiatan pertemuan tersebut.
Dalam pengendalian pelaksanaan anggaran pada STAIN SAS Babel juga masih menggunakan cara yang manual, yaitu jurusan dan unit-unit membuat jadwal pelaksanaan kegiatan dalam satu tahun. Akan tetapi jadwal tersebut seringkali bertaberakan dengan jadwal yang disusun oleh jurusan dan unit-unit yang lain.
Sedangkan untuk pelaporan pertanggugjawaban anggaran juga masih menggunakan cara yang manual, yaitu setelah selesai suatu kegiatan dilaksanakan, jurusan dan unit-unit membuat laporan dan menjilid laporan pertanggungjawan pelaksanaan kegiatan dan diserahkan ke bagian Subbagian PKA. Akan tetapi laporan pertanggungjawaban kegiatan tersebut belum terarsip secara digital sehingga apabila arsip tersebut diminta untuk kebutuhan pemeriksaan dari Inspektorat Jenderal atau dari Badan Pemeriksa Keuangan sering kali menyita waktu yang lama untuk menemukan arsip tersebut.
Oleh karena itu berdasarkan latar belakang diatas penulis ingin mengembangkan suatu sistem penyusunan dan pengendalian anggaran pada STAIN SAS Babel berbasis online yang mampu meningkatkan efesiensi dan akuntabilitas dalam penyusunan anggaran pada STAIN SAS Babel.
B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan pada latar belakang diatas penulis merumuskan masalah, yaitu:
1.    Seberapa besar efektifitas biaya dan waktu menggunakan Sistem Penyusunan dan Pengendalian Anggaran Berbasis Online dalam penyusunan rencana program dan anggaran pada STAIN SAS Babel?
2.    Seberapa besar akuntabilitas rencana program dan anggaran menggunakan Sistem Penyusunan dan Pengendalian Anggaran Berbasis Online dalam penyusunan rencana program dan anggaran pada STAIN SAS Babel?



C.  Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemanfataan Sistem Penyusunan dan Pengendalian Anggaran Berbasis online terhadap efektifitas dan akuntabilitas rencana program dan anggaran pada STAIN SAS Babel.
Sedangkan manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah agar STAIN SAS Babel membangun Sistem Penyusunan dan Pengendalian Anggaran berbasis online untuk meningkatkan efektifitas dan akuntabilitas dalam penyusunan dan pengendalian rencana program dan anggaran pada STAIN SAS Babel












Jumat, 03 Maret 2017

Kerangka Rencana Proposal Penelitain

Oleh KUSNADI
500630465
MATA KULIAH: METODE PENELITIAN BISNIS
DOSEN PENGAMPU: Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA.
UPPBJ : PANGKALPINANG

FORUM 3, MINGGU 4

Buatkan Kerangka pemikiran rencana dari proposal penelitian saudara dengan memperhatikan pola berfikir secara induktif  dan deduktif (inductive thinking & deductive thinking). Minimal menggambarkan dan menjeslakan hubungan antar 3 variabel yaitu 1 var dependent dan 2 variabel independent. atau boleh juga dengan 4 var dengan menggukan variabel intervening.
Selamat mencoba
Hapzi Ali

Pentingnya Metode Peneliatian dan Kesulitannya

Oleh KUSNADI
500630465
MATA KULIAH: METODE PENELITIAN BISNIS
DOSEN PENGAMPU: Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA.
UPPBJ : PANGKALPINANG

FORUM 1, MINGGU 1
Mengapa metode penelitian perlu dipelajari dan apa hal paling sulit dalam mempelajari penelitian?
JAWABAN

1. Metode penelitian perlu dipelajari agar melakukan suatu penelitian sesuai dengan kaida-kaidah atai tahapan dalam penelitian, sehingga penelitian yang dihasilkan baik, dan mudah dipahami pembaca, serta hasil penelitian dapat dapat dipertanggungjawabkan kebenaran dan keabsahannya.
2.  Dalam melakukan penelitian salah satu tahapannya adalah penentuan topik yang baik dari suatu penelitian, bagi pemula penentuan topik yang baik adalah suatu yang tidak begitu mudah..tahapan selanjutnya akan lebih mudah dilaksanakan apabila topik penelitian yang dipilih baik.



langkah-langkah atau proses dalam Penelitian Bisnis

Oleh KUSNADI
500630465
MATA KULIAH: METODE PENELITIAN BISNIS
DOSEN PENGAMPU: Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA.
UPPBJ : PANGKALPINANG

FORUM 2 MINGGU 2
Bagaimanah langkah-langkah atau proses dalam Penelitian Bisnis?
JAWAB:
pada kegiatan belajar 1, Penelitian bisnis merupakan penggunaan metode penlitian ilmiah dalam kontek bisnis, jadi proses penelitian bisnis dama dengan proses penelitian pada kegiatan belajar 1, dari keseluruhan kegiatan dalam proses penelitian dapat dikelompokkan menjadi 3 kegiatan utama, yaitu :
1. Perumusan masalah
merupakan komponen utama, karena tanpa ada masalah penelitian tidak ada, akan tetapi tidak semua masalah layak di teliti secara ilmiah, perumusan masalah merupakan awal tahap awal dalam tiap penelitian, rumusan masalah yang harus dipelajari dalam penelitian terdiri dari masalah itu sendiri, sumber masalah, komponen masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ciri masalah yang baik dan persiapan penelitian
2. Pengidentifikasian dan perumusan jawaban teoritis atau hipotis 
terdiri dari kajian teori dan hasil penelitian yang relevan, perumusan kerangka pemikiran, perumusann hipotesis
3. Pengujian kebenaran empiris hipotesis
terdir dari penentuan desain penelitian, penentuan subyek penelitian, pengembangan instrumen perolehan data, penganalisisan reliabilitas dan validasi instrumen,pengumpulan data, penganalisisan data, pendiskusian hasil analisis, perumusan kesimpulan dan saran, serta pelaporan



Identifikasi Variabel Penelitian, Ciri Kebenaran Ilmiah dan Proses Penelitian

Nama                          : Kusnadi
Nim                             : 500630465
Tutor                           : Prof. Dr. Hafzi Ali, Ir., MM., CMA.
Mata Kuliah                 : Metode Penelitian Bisnis

DISKUSI 1, MINGGU 2
 Setiap mahasiswa diminta untuk mencari contoh laporan penelitian. Diskusi ini didasarkan pada  laporan penelitian yang sudah dicari oleh mahasiwa. Pada tiap laporan itu, para peserta diminta untuk mengidentifikasi: 
1.      variabel depedenden dan variabel independennya,
2.      alasan bahwa penelitian itu telah memiliki dua ciri kebenaran ilmiah, dan
3.      tiap proses penelitian. 
Jika diperlukan, peserta dapat menuliskan halaman, alinea dan baris pada laporan penelitian itu yang dijadikan dasar dalam berdikusi. 
MOHON AGAR CONTOH LAPORAN PENELITIAN DILAMPIRKAN DALAM DISKUSI 
JAWABAN
1.      Identifikasi variabel independen dan varibel dependen pada penilitian yang berjudul: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Padi, Studi Kasus di Kecamatan Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah.

Variabel Bebas (Variabel Independen) 
adalah variabel yang sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, dan antesenden. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel ini memengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (Sugiyono, 2013: 39).
Variabel ini merupakan variabel yang diduga memiliki fungsi sebagai penyebab timbulnya variabel yang lain. Biasanya variabel bebas akan dimanipulasi, diamati dan diukur dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruhnya terhadap variabel lainnya. Secara singkat, variabel bebas adalah variabel yang dapat mempengaruhi atau menjadi penyebab perubahan atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel bebas memiliki fungsi utama sebagai acuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap variabel lain. 

Contoh Variabel bebas pada lampiran penelitian ini: (hal:185 atau hal 6, baris ke 25 kolam pertama)
Dari penelitian tersebut yang menjadi variabel bebasnya adalah luas lahan garapanjumlah tenaga kerja efektif,jenis Pupuk, insektisida, dan pengalaman petani. Faktor-faktor ini bisa mempengaruhi variable yang lain. variabel bebas tersebut memungkinakan untuk dimanipulasi dengan menambah atau mengurangi jumlahnya selama proses penelitian. 

Variabel Terikat atau Dependen
sering disebut sebagai variabel output, kriteria, dan konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2013: 39). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah komitmen kerja (Y).
variabel ini merupakan hasil yang timbul sebagai akibat langsung dari manipulasi dan pengaruh variabel bebas. Dalam sebuah penelitian variabel tergantung diamati dan diukur untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas. Disini variabel dependen juga disebut dengan variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel tergantung berfungsi untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas. 
Contoh Variabel Terikat pada lampiran penelitian ini: (hal:185 atau hal 6, baris ke 24 kolam pertama) 
Dari penelitian tersebut yang menjadi variabel terikatnya  tanaman padi atau lebih jelasnya, produksi dari proses produksi tanaman padi di Kecamatan Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah. Jumlah produksi biji padi diperhatikan atau diteliti tingkat produksinya dengan memanipulasi luas lahan, kuantitas pupuk buatan, atau jumlah pekerja yang menangani perkebunan belimbing tersebut.  
1.      Ciri kebenaran iilmiah
Untuk menghasilkan kebenaran ilmiah, kita harus melakukan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah memiliki beberapa ciri yang harus diterapkan dalam proses penelitian. Ciri-ciri itu mencakup: memiliki masalah yang spesifik, sistematis, empiris, bukan mengenai moral, bersifat publik, kritis, obyektif, terkontrol, serta menggunakan teori dan hipotesis.
Alasan penelitian tersebut memiliki 2 kebenaran ilmiah ialah metode penelitian yang digunakan pada laporan penelitian tersebut menggunakan metode ilmiah. Contohnya: masalah dalam penelitian tersebut sudah sfesifik, menggunakan teori dan hipotesis. 
1.      Proses penelitian
Pada contoh laporan penelitian tersebut sudah menggunakan 13 tahap proses dalam penelitian, yaitu:
1.      Rumusan masalah
2.      Kajian teori dan hasil penelitian yang relevan
3.      Kerangka pemikiran 
4.      Perumusan hipotesis
5.      Desain penelitian
6.      Subyek penelitian
7.      Pengembangan instrumen pengolahan data
8.      Penganalisisan reliabilitas dan validitasi instrumen
9.      Pengumpulan data
10.  Penganalisisan data
11.  Pendiskusian hasil analisis Perumusan kesimpulan dan saran
12.  Pelaporan

 Note : Contoh Laporan Penelitian terlampir 
File Lengkap download disini