Tampilkan postingan dengan label Metode Penelitian Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Penelitian Bisnis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Maret 2017

PENGEMBANGAN SISTEM PENYUSUNAN DAN PENGENDALIAN ANGGARAN YANG MAMPU MENINGKATKAN EFEKTIFITAS DAN AKUNTABELITAS ANGGARAN PEMERINTAH PADA STAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

PENGEMBANGAN SISTEM PENYUSUNAN DAN PENGENDALIAN ANGGARAN YANG MAMPU MENINGKATKAN
EFEKTIFITAS DAN AKUNTABELITAS ANGGARAN PEMERINTAH
PADA STAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

A.  Latar Belakang
STAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (STAIN SAS BABEL) adalah lembaga Pendidikan Tinggi Islam yang menyelenggarakan pendidikan di bawah koordinasi Kementerian Agama Republik Indonesia. Setiap tahunnya STAIN SAS BABEL menyusun rencana program dan anggaran untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan. Dalam penyusunan rencana program anggaran di STAIN SAS Babel masih manual, hal ini dapat dilihat dari mekanisme penyusunan anggaranya, dimana semua jurusan dan unit-unit yang ada di kampus STAIN SAS Babel melakukan pertemuan untuk pembahasan rencana anggaran pada awal tahun. Selanjutnya jurusan dan unit-unit membuat Kerangka Acuan Kerja (KAK) menggunakan aplikasi microsoft world dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) menggunakan aplikasi microsoft excel. Bagian subbagian Perencanaan, Keuangan dan Akuntasi (PKA) melakukan pengkajian terhadap rencana usulan anggaran dari jurusan dan unit-unit berdasarkan standar biaya masukan (SBM) dan standar biaya lainnya pada perguruan tinggi (SBML). Hasil pengkajian tersebut diinput kedalam aplikasi RKAKL (Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga) dan di usulkan ke bagian Perencanaan Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
Untuk menghasilkan rencana program dan anggaran yang sempurna, Subbagian PKA memerlukan beberapa kali pertemuan untuk melakukan pembahasan rencana program dan anggaran. Sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam penyusunan rencana program dan anggaran, selain itu membutuhkan biaya yang besar juga untuk membiaya kegiatan pertemuan tersebut.
Dalam pengendalian pelaksanaan anggaran pada STAIN SAS Babel juga masih menggunakan cara yang manual, yaitu jurusan dan unit-unit membuat jadwal pelaksanaan kegiatan dalam satu tahun. Akan tetapi jadwal tersebut seringkali bertaberakan dengan jadwal yang disusun oleh jurusan dan unit-unit yang lain.
Sedangkan untuk pelaporan pertanggugjawaban anggaran juga masih menggunakan cara yang manual, yaitu setelah selesai suatu kegiatan dilaksanakan, jurusan dan unit-unit membuat laporan dan menjilid laporan pertanggungjawan pelaksanaan kegiatan dan diserahkan ke bagian Subbagian PKA. Akan tetapi laporan pertanggungjawaban kegiatan tersebut belum terarsip secara digital sehingga apabila arsip tersebut diminta untuk kebutuhan pemeriksaan dari Inspektorat Jenderal atau dari Badan Pemeriksa Keuangan sering kali menyita waktu yang lama untuk menemukan arsip tersebut.
Oleh karena itu berdasarkan latar belakang diatas penulis ingin mengembangkan suatu sistem penyusunan dan pengendalian anggaran pada STAIN SAS Babel berbasis online yang mampu meningkatkan efesiensi dan akuntabilitas dalam penyusunan anggaran pada STAIN SAS Babel.
B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan pada latar belakang diatas penulis merumuskan masalah, yaitu:
1.    Seberapa besar efektifitas biaya dan waktu menggunakan Sistem Penyusunan dan Pengendalian Anggaran Berbasis Online dalam penyusunan rencana program dan anggaran pada STAIN SAS Babel?
2.    Seberapa besar akuntabilitas rencana program dan anggaran menggunakan Sistem Penyusunan dan Pengendalian Anggaran Berbasis Online dalam penyusunan rencana program dan anggaran pada STAIN SAS Babel?



C.  Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemanfataan Sistem Penyusunan dan Pengendalian Anggaran Berbasis online terhadap efektifitas dan akuntabilitas rencana program dan anggaran pada STAIN SAS Babel.
Sedangkan manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah agar STAIN SAS Babel membangun Sistem Penyusunan dan Pengendalian Anggaran berbasis online untuk meningkatkan efektifitas dan akuntabilitas dalam penyusunan dan pengendalian rencana program dan anggaran pada STAIN SAS Babel












Jumat, 03 Maret 2017

Kerangka Rencana Proposal Penelitain

Oleh KUSNADI
500630465
MATA KULIAH: METODE PENELITIAN BISNIS
DOSEN PENGAMPU: Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA.
UPPBJ : PANGKALPINANG

FORUM 3, MINGGU 4

Buatkan Kerangka pemikiran rencana dari proposal penelitian saudara dengan memperhatikan pola berfikir secara induktif  dan deduktif (inductive thinking & deductive thinking). Minimal menggambarkan dan menjeslakan hubungan antar 3 variabel yaitu 1 var dependent dan 2 variabel independent. atau boleh juga dengan 4 var dengan menggukan variabel intervening.
Selamat mencoba
Hapzi Ali

Pentingnya Metode Peneliatian dan Kesulitannya

Oleh KUSNADI
500630465
MATA KULIAH: METODE PENELITIAN BISNIS
DOSEN PENGAMPU: Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA.
UPPBJ : PANGKALPINANG

FORUM 1, MINGGU 1
Mengapa metode penelitian perlu dipelajari dan apa hal paling sulit dalam mempelajari penelitian?
JAWABAN

1. Metode penelitian perlu dipelajari agar melakukan suatu penelitian sesuai dengan kaida-kaidah atai tahapan dalam penelitian, sehingga penelitian yang dihasilkan baik, dan mudah dipahami pembaca, serta hasil penelitian dapat dapat dipertanggungjawabkan kebenaran dan keabsahannya.
2.  Dalam melakukan penelitian salah satu tahapannya adalah penentuan topik yang baik dari suatu penelitian, bagi pemula penentuan topik yang baik adalah suatu yang tidak begitu mudah..tahapan selanjutnya akan lebih mudah dilaksanakan apabila topik penelitian yang dipilih baik.



langkah-langkah atau proses dalam Penelitian Bisnis

Oleh KUSNADI
500630465
MATA KULIAH: METODE PENELITIAN BISNIS
DOSEN PENGAMPU: Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA.
UPPBJ : PANGKALPINANG

FORUM 2 MINGGU 2
Bagaimanah langkah-langkah atau proses dalam Penelitian Bisnis?
JAWAB:
pada kegiatan belajar 1, Penelitian bisnis merupakan penggunaan metode penlitian ilmiah dalam kontek bisnis, jadi proses penelitian bisnis dama dengan proses penelitian pada kegiatan belajar 1, dari keseluruhan kegiatan dalam proses penelitian dapat dikelompokkan menjadi 3 kegiatan utama, yaitu :
1. Perumusan masalah
merupakan komponen utama, karena tanpa ada masalah penelitian tidak ada, akan tetapi tidak semua masalah layak di teliti secara ilmiah, perumusan masalah merupakan awal tahap awal dalam tiap penelitian, rumusan masalah yang harus dipelajari dalam penelitian terdiri dari masalah itu sendiri, sumber masalah, komponen masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ciri masalah yang baik dan persiapan penelitian
2. Pengidentifikasian dan perumusan jawaban teoritis atau hipotis 
terdiri dari kajian teori dan hasil penelitian yang relevan, perumusan kerangka pemikiran, perumusann hipotesis
3. Pengujian kebenaran empiris hipotesis
terdir dari penentuan desain penelitian, penentuan subyek penelitian, pengembangan instrumen perolehan data, penganalisisan reliabilitas dan validasi instrumen,pengumpulan data, penganalisisan data, pendiskusian hasil analisis, perumusan kesimpulan dan saran, serta pelaporan



Identifikasi Variabel Penelitian, Ciri Kebenaran Ilmiah dan Proses Penelitian

Nama                          : Kusnadi
Nim                             : 500630465
Tutor                           : Prof. Dr. Hafzi Ali, Ir., MM., CMA.
Mata Kuliah                 : Metode Penelitian Bisnis

DISKUSI 1, MINGGU 2
 Setiap mahasiswa diminta untuk mencari contoh laporan penelitian. Diskusi ini didasarkan pada  laporan penelitian yang sudah dicari oleh mahasiwa. Pada tiap laporan itu, para peserta diminta untuk mengidentifikasi: 
1.      variabel depedenden dan variabel independennya,
2.      alasan bahwa penelitian itu telah memiliki dua ciri kebenaran ilmiah, dan
3.      tiap proses penelitian. 
Jika diperlukan, peserta dapat menuliskan halaman, alinea dan baris pada laporan penelitian itu yang dijadikan dasar dalam berdikusi. 
MOHON AGAR CONTOH LAPORAN PENELITIAN DILAMPIRKAN DALAM DISKUSI 
JAWABAN
1.      Identifikasi variabel independen dan varibel dependen pada penilitian yang berjudul: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Padi, Studi Kasus di Kecamatan Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah.

Variabel Bebas (Variabel Independen) 
adalah variabel yang sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, dan antesenden. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel ini memengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (Sugiyono, 2013: 39).
Variabel ini merupakan variabel yang diduga memiliki fungsi sebagai penyebab timbulnya variabel yang lain. Biasanya variabel bebas akan dimanipulasi, diamati dan diukur dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruhnya terhadap variabel lainnya. Secara singkat, variabel bebas adalah variabel yang dapat mempengaruhi atau menjadi penyebab perubahan atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel bebas memiliki fungsi utama sebagai acuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap variabel lain. 

Contoh Variabel bebas pada lampiran penelitian ini: (hal:185 atau hal 6, baris ke 25 kolam pertama)
Dari penelitian tersebut yang menjadi variabel bebasnya adalah luas lahan garapanjumlah tenaga kerja efektif,jenis Pupuk, insektisida, dan pengalaman petani. Faktor-faktor ini bisa mempengaruhi variable yang lain. variabel bebas tersebut memungkinakan untuk dimanipulasi dengan menambah atau mengurangi jumlahnya selama proses penelitian. 

Variabel Terikat atau Dependen
sering disebut sebagai variabel output, kriteria, dan konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2013: 39). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah komitmen kerja (Y).
variabel ini merupakan hasil yang timbul sebagai akibat langsung dari manipulasi dan pengaruh variabel bebas. Dalam sebuah penelitian variabel tergantung diamati dan diukur untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas. Disini variabel dependen juga disebut dengan variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel tergantung berfungsi untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas. 
Contoh Variabel Terikat pada lampiran penelitian ini: (hal:185 atau hal 6, baris ke 24 kolam pertama) 
Dari penelitian tersebut yang menjadi variabel terikatnya  tanaman padi atau lebih jelasnya, produksi dari proses produksi tanaman padi di Kecamatan Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah. Jumlah produksi biji padi diperhatikan atau diteliti tingkat produksinya dengan memanipulasi luas lahan, kuantitas pupuk buatan, atau jumlah pekerja yang menangani perkebunan belimbing tersebut.  
1.      Ciri kebenaran iilmiah
Untuk menghasilkan kebenaran ilmiah, kita harus melakukan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah memiliki beberapa ciri yang harus diterapkan dalam proses penelitian. Ciri-ciri itu mencakup: memiliki masalah yang spesifik, sistematis, empiris, bukan mengenai moral, bersifat publik, kritis, obyektif, terkontrol, serta menggunakan teori dan hipotesis.
Alasan penelitian tersebut memiliki 2 kebenaran ilmiah ialah metode penelitian yang digunakan pada laporan penelitian tersebut menggunakan metode ilmiah. Contohnya: masalah dalam penelitian tersebut sudah sfesifik, menggunakan teori dan hipotesis. 
1.      Proses penelitian
Pada contoh laporan penelitian tersebut sudah menggunakan 13 tahap proses dalam penelitian, yaitu:
1.      Rumusan masalah
2.      Kajian teori dan hasil penelitian yang relevan
3.      Kerangka pemikiran 
4.      Perumusan hipotesis
5.      Desain penelitian
6.      Subyek penelitian
7.      Pengembangan instrumen pengolahan data
8.      Penganalisisan reliabilitas dan validitasi instrumen
9.      Pengumpulan data
10.  Penganalisisan data
11.  Pendiskusian hasil analisis Perumusan kesimpulan dan saran
12.  Pelaporan

 Note : Contoh Laporan Penelitian terlampir 
File Lengkap download disini


Menghindari Landasan Teori dan Plagiasi dari tindakan Plagiasi

Oleh KUSNADI
500630465
MATA KULIAH: METODE PENELITIAN BISNIS
DOSEN PENGAMPU: Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA.
UPPBJ : PANGKALPINANG

FORUM 4, MINGGU 5

MENURUT SAUDARA SEMUA, LANDASAN TEORI DAN LITERATUR SEPERTI APA YANG BISA TERHINDAR DARI PLAGIASI?
JAWABAN:
Untuk menyusun karya ilmiah agar terhindar dari kegiatan plagiasi, khusunya plagiasi terhadap landasan teori dan literarur, kita harus mengetahui definisi dari landasan teori, literarur, dan plagiat itu sendiri.
Definisi Landasan Teori
Landasan teori adalah rujukan teori yang relevan yang digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti, sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis) dan penyusunan instrument penelitian. Teori yang digunakan bukan sekedar pendapat dari pengarang atau pendapat lain, tetapi teori yang benar-benar telah teruji kebenarannya.
Definisi Literatur
Literatur dapat diartikan sebagai sumber ataupun acuan yang digunakan dalam berbagai macam aktivitas di dunia pendidikan ataupun aktivitas lainnya. Literatur juga dapat diartikan sebagai rujukan yang digunakan untuk mendapatkan informasi tertentu. Literatur dapat berupa buku ataupun berbagai macam tulisan lainnya.
Melalui literatur, kita dapat:
1.      menemukan masalah yang akan diteliti,
2.      menyusun latar belakang penelitian,
3.      mengidentifikasi masalah-masalah mengenai topik yang akan diteliti. Melalui litetatur, kita dapat juga
4.      mengetahui definisi tiap variabel yang diteliti,
5.      menjelaskan kaitan antara variabel-variabel maupun penelitian yang relevan mengenai variabel-variabel yang terkait itu. Atas dasar itu, kita dapat menyusun kerangka pemikiran untuk dijadikan sebagai dasar membuat kesimpulan berupa hipotesis yang merupakan jawaban teoritis atau sementara atas masalah yang telah dirumuskan. Melalui literatur, kita dapat juga mempelajari teknik-teknik untuk menguji secara empiris jawaban teoritis atas masalah yang telah dirumuskan maupun cara mengukur variabel penelitian.
                                    Penggunaan literatur dalam penelitian diawali dengan penelaahan literatur untuk mengidentifikasi, menilai dan memilih literatur-literatur yang relevan dengan topik yang akan diteliti. Terkait dengan itu, kita perlu juga mengetahui sumber-sumber literatur yang dapat ditelusuri.

Definisi Plagiat
Peraturan Menteri Pendidikan RI No. 17 Tahun 2010 dengan jelas dalam pasal 1 ayat (1) disebutkan, “Plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai”. 

Menghindari Landasan Teori dan Literatur dari Plagiasi
Untuk menghindari terjadinya plagiarisme perlu diketahui beberapa tindakan yang masuk dalam kategori plagiat, adapun ruang lingkupnya yaitu,   
1.      Mengutip kata-kata atau kalimat orang lain tanpa menggunakan tanda kutip dan tanpa menyebutkan identitas sumbernya;
2.      Menggunakan gagasan, pandangan atau teori orang lain tanpa menyebutkan identitas sumbernya;
3.      Menggunakan fakta (data, informasi) milik orang lain tanpa menyebutkan identitas sumbernya;
4.      Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri; 
5.      Melakukan parafrase (mengubah kalimat orang lain ke dalam susunan kalimat sendiri tanpa mengubah idenya) tanpa menyebutkan identitas sumbernya;
6.      Menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan/atau telah dipublikasikan oleh pihak lain seolah-olah sebagai karya sendiri
Dari uraian diatas dapat disimpulkan, untuk menghindari landasan teori dan literatur sebuah karya ilmiah dari tindakan plagiasi, maka:
1.      Rujukan teori yang dijadikan penulis dalam landasan teori sebuah karya ilmiah, penulis harus menyebutkan identitas sumbernya
2.      Setiap pernyataan tentang suatu fakta, data, pemikiran, atau pendapat, yang bukan milik penulis, harus disertai dengan menuliskan sumber referensi, kecuali tentang sesuatu hal yang telah dianggap sebagai pengetahuan umum
3.      Apabila kita ingin mengutip sebuah tulisan yang kita peroleh dari hasil browsing di internet, kita harus mencantumkan alamat website dengan lengkap dan juga mencantumkan tanggal, bulan, tahun serta waktu ketika kita mem-browsing situs tersebut. dan mencantumkan sumber tersebut di dalam daftar pustaka.
4.      Apabila kita ingin mengutip perkataan, ide, atau pendapat orang lain di dalam sebuah buku kita harus menuliskan nama penulis, judul buku dan tahun pembuatan pada kalimat yang kita kutip tersebut. dan mencantumkan buku tersebut di dalam daftar pustaka.
Cara Menutip Kutipan Langsung 
a.  Kutipan kurang dari 4 baris
Kutipan yang berisi kurang dari 4 baris di tulis di antara tanda kutip (“.....”) sebagai bagain yang terpadu dalam teks utama, diketik dengan sepasi ganda, dan nomor halaman sumber yang di kutip harus disebutkan. Nama pengarang dapat ditulis secara terpadu dalam teks atau menjadi satu dengan tahun dan nomor halaman di dalam kurung.
Contoh:
contoh kutipan dengan nama pengarang dalam teks secara terpadu
Soebroto (1990: 123) menyimpulkan “ada hubungan yang erat antar faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar”. 
contoh nama pengarang di sebut bersama tahun penerbit dan no halaman
Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “ada hubungan yang erat antar faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar” (Soebroto, 1990: 123). 
contoh kutipan yang didalam kutipan tertapat tanda kutip maka digunakan tanda kutip tunggal (‘...’)
Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah “ terdapat kecendrungan semakin banyak ‘campur tangan’ pimpinan perusahaan semakin rendah tingkat partisipasi karyawan didaerah perkotaan” (suwignyo, 1990: 101)
b. Kutipan 4 baris atau lebih  
Kutipan yang berisi empat baris atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara terpisah dari teks yang mendahului, dimulai setelah ketukan ke-7 dari garis tepi sebelah kiri, dan diketik dengan sepasi tunggal.
Contoh:
Ary (1982 :382) menarik kesimpulan sebagai berikut :
Penyelidikan empiris yang sistematis dimana ilmuan tidak mengendalikan variable bebas secara langsung karena varible perwujudan tersebut telah terjadi, atau karena variable tersebut pada dasarnya memang tidak dapat dimanipulasi.

Jika dalam kutipan terdapat pargraf baru lagi, baris barunya dimulai dengan tujuh ketukan lagi dari tepi garis teks kutipan
2. Cara Mengutip Kutipan Tidak Langsung
Kutipan yang disebut secara tidak langsung atau dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri ditulis tanpa tanda kutip, ditulis dengan sepasi ganda, dan terpadu dalam teks. Nama pengarang bahan kutipan dapat dapat disebut terpadu dalam teks, atau disebut dalam tanda kurung beserta tahun terbit. No halaman tidak harus disebutkan.

Contoh:
Nama pengarang disebut terpadu dalam teks :

Salimin (1990) tidak menduga mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat.

Nama pengarang ditulis terpadu dalam teks :
mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat (Salimin 1990).
 3. Cara Mengutip Kutipan Yang Telah Dikutip Di Suatu Sumber
Kutipan yang diambil dari naskah yang merupakan kutipan dari suatu sumber lain, baik secara langsung maupun tidak langsung, di kutip dengan menyebutkan nama penulis asli dan nama pengutip pertamaserta tahun dikutipnya.cara mengutip seperti ini hanya dibolehkan jika benar-benar sumber asli tidak di dapatkan,dan harus dianggap sebagai keadaan darurat.
Contoh:
Kerlinger (dalam Ary. 1982:382) memberikan batasan penelitian ex post facto sebagai :
Penyelidikan empiris yang sistematis dimana ilmuan tidak mengendalikan variable bebas secara langsung karena varible perwujudan tersebut telah terjadi, atau karena variable tersebut pada dasarnya memang tidak dapat dimanipulasi.

Menurut kerlinger dalam Ary (1982:382) penelitian ex post facto sebagai :
Penyelidikan empiris yang sistematis dimana ilmuan tidak mengendalikan variable bebas secara langsung karena varible perwujudan tersebut telah terjadi, atau karena variable tersebut pada dasarnya memang tidak dapat dimanipulasi.
5.      Untuk menghindari plagiarisme dalam literatur penulis tidak boleh mengaku atau memberi kesan bahwa ia adalah penulis asli suatu naskah yang ditulis orang lain, atau mengambil mentah-mentah dari tulisan atau karya orang lain atau karya sendiri secara keseluruhan atau sebagian, tanpa memberi sumber.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Admin Perpusku. 2016. “Pengertian, Fungsi, & Ciri-ciri Landasan Teori yang Baik dalam Penelitian” diambil dari: http://www.perpusku.com/2016/06/landasan-teori-penelitian.html, pada tanggal 1 Maret 2017.

 

Deepublish. 2016. “ Tips Teknik Menulis Menghindari Plagiarisme dalam Karya Ilmiah” diambil dari: https://penerbitdeepublish.com/teknik-menulis-penerbit-buku-g045/, pada tanggal 1 Maret 2017.


Dzikra Ibrahim. 2013. “Pengertian Literatur dan Jenis-jenisnya” diambil dari: https://pengertiandefinisi.com/pengertian-literatur-dan-jenis-jenisnya/, pada tanggal 1 Maret 2017.

 

Gorby W Situmorang, dkk. (2014).”Research Writing Skills And Plagiarisme” diambil dari: http://cumilangit-binus.blogspot.co.id/2014/03/research-writing-skills-and-plagiarisme.html, pada tanggal 1 Maret 2017.


File PDF download disini