OPERASIONALISASI VARIABEL PENELITIAN
Download File PDF disini
Tampilkan postingan dengan label Metode Penelitian Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Penelitian Bisnis. Tampilkan semua postingan
Kamis, 23 Maret 2017
Rabu, 08 Maret 2017
PENGEMBANGAN SISTEM PENYUSUNAN DAN PENGENDALIAN ANGGARAN YANG MAMPU MENINGKATKAN EFEKTIFITAS DAN AKUNTABELITAS ANGGARAN PEMERINTAH PADA STAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG
PENGEMBANGAN
SISTEM PENYUSUNAN DAN PENGENDALIAN ANGGARAN YANG MAMPU MENINGKATKAN
EFEKTIFITAS DAN AKUNTABELITAS ANGGARAN PEMERINTAH
PADA
STAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG
A.
Latar
Belakang
STAIN
Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (STAIN
SAS BABEL) adalah lembaga Pendidikan
Tinggi Islam yang menyelenggarakan pendidikan di
bawah koordinasi Kementerian Agama Republik Indonesia. Setiap tahunnya STAIN
SAS BABEL menyusun rencana program dan anggaran untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan
pendidikan. Dalam penyusunan rencana program anggaran di STAIN SAS Babel masih
manual, hal ini dapat dilihat dari mekanisme penyusunan anggaranya, dimana
semua jurusan dan unit-unit yang ada di kampus STAIN SAS Babel melakukan
pertemuan untuk pembahasan rencana anggaran pada awal tahun. Selanjutnya jurusan dan unit-unit
membuat Kerangka Acuan Kerja (KAK) menggunakan aplikasi microsoft world dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) menggunakan
aplikasi microsoft excel. Bagian
subbagian Perencanaan, Keuangan dan Akuntasi (PKA) melakukan pengkajian
terhadap rencana usulan anggaran dari jurusan dan unit-unit berdasarkan standar
biaya masukan (SBM) dan standar biaya lainnya pada perguruan tinggi (SBML).
Hasil pengkajian tersebut diinput kedalam aplikasi RKAKL (Rencana Kerja
Anggaran Kementerian Lembaga) dan di usulkan ke bagian Perencanaan Pendidikan
Islam Kementerian Agama RI.
Untuk
menghasilkan rencana program dan anggaran yang sempurna, Subbagian PKA
memerlukan beberapa kali pertemuan untuk melakukan pembahasan rencana program
dan anggaran. Sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam penyusunan rencana
program dan anggaran, selain itu membutuhkan biaya yang besar juga untuk
membiaya kegiatan pertemuan tersebut.
Dalam
pengendalian pelaksanaan anggaran pada STAIN SAS Babel juga masih menggunakan
cara yang manual, yaitu jurusan dan unit-unit membuat jadwal pelaksanaan
kegiatan dalam satu tahun. Akan tetapi jadwal tersebut seringkali bertaberakan
dengan jadwal yang disusun oleh jurusan dan unit-unit yang lain.
Sedangkan
untuk pelaporan pertanggugjawaban anggaran juga masih menggunakan cara yang
manual, yaitu setelah selesai suatu kegiatan dilaksanakan, jurusan dan
unit-unit membuat laporan dan menjilid laporan pertanggungjawan pelaksanaan
kegiatan dan diserahkan ke bagian Subbagian PKA. Akan tetapi laporan
pertanggungjawaban kegiatan tersebut belum terarsip secara digital sehingga
apabila arsip tersebut diminta untuk kebutuhan pemeriksaan dari Inspektorat
Jenderal atau dari Badan Pemeriksa Keuangan sering kali menyita waktu yang lama
untuk menemukan arsip tersebut.
Oleh
karena itu berdasarkan latar belakang diatas penulis ingin mengembangkan suatu
sistem penyusunan dan pengendalian anggaran pada STAIN SAS Babel berbasis
online yang mampu meningkatkan efesiensi dan akuntabilitas dalam penyusunan
anggaran pada STAIN SAS Babel.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan permasalahan pada latar belakang diatas
penulis merumuskan masalah, yaitu:
1.
Seberapa besar
efektifitas biaya dan waktu menggunakan Sistem Penyusunan dan Pengendalian
Anggaran Berbasis Online dalam penyusunan rencana program dan anggaran pada
STAIN SAS Babel?
2.
Seberapa besar
akuntabilitas rencana program dan anggaran menggunakan Sistem Penyusunan dan
Pengendalian Anggaran Berbasis Online dalam penyusunan rencana program dan
anggaran pada STAIN SAS Babel?
C.
Tujuan
dan Manfaat Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh pemanfataan Sistem Penyusunan dan Pengendalian Anggaran Berbasis
online terhadap efektifitas dan akuntabilitas rencana program dan anggaran pada
STAIN SAS Babel.
Sedangkan manfaat yang diharapkan dari penelitian ini
adalah agar STAIN SAS Babel membangun Sistem Penyusunan dan Pengendalian
Anggaran berbasis online untuk meningkatkan efektifitas dan akuntabilitas dalam
penyusunan dan pengendalian rencana program dan anggaran pada STAIN SAS Babel
Jumat, 03 Maret 2017
Kerangka Rencana Proposal Penelitain
Oleh
KUSNADI
500630465
MATA
KULIAH: METODE PENELITIAN BISNIS
DOSEN
PENGAMPU: Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA.
UPPBJ
: PANGKALPINANG
FORUM 3, MINGGU 4
Buatkan Kerangka pemikiran rencana dari proposal
penelitian saudara dengan memperhatikan pola berfikir secara induktif dan
deduktif (inductive thinking & deductive thinking). Minimal
menggambarkan dan menjeslakan hubungan antar 3 variabel yaitu 1 var dependent
dan 2 variabel independent. atau boleh juga dengan 4 var dengan menggukan
variabel intervening.
Selamat mencoba
Hapzi Ali
Pentingnya Metode Peneliatian dan Kesulitannya
Oleh
KUSNADI
500630465
MATA
KULIAH: METODE PENELITIAN BISNIS
DOSEN
PENGAMPU: Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA.
UPPBJ
: PANGKALPINANG
FORUM 1, MINGGU 1
Mengapa metode penelitian perlu dipelajari dan apa hal paling sulit dalam
mempelajari penelitian?
JAWABAN
1. Metode penelitian perlu dipelajari agar melakukan suatu penelitian sesuai dengan kaida-kaidah atai tahapan dalam penelitian, sehingga penelitian yang dihasilkan baik, dan mudah dipahami pembaca, serta hasil penelitian dapat dapat dipertanggungjawabkan kebenaran dan keabsahannya.
2.
Dalam melakukan penelitian salah satu tahapannya adalah penentuan topik
yang baik dari suatu penelitian, bagi pemula penentuan topik yang baik adalah
suatu yang tidak begitu mudah..tahapan selanjutnya akan lebih
mudah dilaksanakan apabila topik penelitian yang dipilih baik.
langkah-langkah atau proses dalam Penelitian Bisnis
Oleh
KUSNADI
500630465
MATA
KULIAH: METODE PENELITIAN BISNIS
DOSEN
PENGAMPU: Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA.
UPPBJ
: PANGKALPINANG
FORUM 2 MINGGU 2
Bagaimanah
langkah-langkah atau proses dalam Penelitian Bisnis?
JAWAB:
pada
kegiatan belajar 1, Penelitian bisnis merupakan penggunaan metode penlitian
ilmiah dalam kontek bisnis, jadi proses penelitian bisnis dama dengan proses
penelitian pada kegiatan belajar 1, dari keseluruhan kegiatan dalam proses
penelitian dapat dikelompokkan menjadi 3 kegiatan utama, yaitu :
1.
Perumusan masalah
merupakan
komponen utama, karena tanpa ada masalah penelitian tidak ada, akan tetapi
tidak semua masalah layak di teliti secara ilmiah, perumusan masalah merupakan
awal tahap awal dalam tiap penelitian, rumusan masalah yang harus dipelajari
dalam penelitian terdiri dari masalah itu sendiri, sumber masalah, komponen
masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ciri masalah yang baik dan persiapan
penelitian
2.
Pengidentifikasian dan perumusan jawaban teoritis atau hipotis
terdiri
dari kajian teori dan hasil penelitian yang relevan, perumusan kerangka
pemikiran, perumusann hipotesis
3.
Pengujian kebenaran empiris hipotesis
terdir
dari penentuan desain penelitian, penentuan subyek penelitian, pengembangan
instrumen perolehan data, penganalisisan reliabilitas dan validasi
instrumen,pengumpulan data, penganalisisan data, pendiskusian hasil analisis,
perumusan kesimpulan dan saran, serta pelaporan
Identifikasi Variabel Penelitian, Ciri Kebenaran Ilmiah dan Proses Penelitian
Nama : Kusnadi
Nim : 500630465
Tutor : Prof. Dr. Hafzi Ali, Ir., MM., CMA.
Mata Kuliah : Metode Penelitian Bisnis
DISKUSI 1, MINGGU 2
Setiap mahasiswa diminta untuk mencari contoh laporan penelitian. Diskusi ini didasarkan pada laporan penelitian yang sudah dicari oleh mahasiwa. Pada tiap laporan itu, para peserta diminta untuk mengidentifikasi:
1. variabel depedenden dan variabel independennya,
2. alasan bahwa penelitian itu telah memiliki dua ciri kebenaran ilmiah, dan
3. tiap proses penelitian.
Jika diperlukan, peserta dapat menuliskan halaman, alinea dan baris pada laporan penelitian itu yang dijadikan dasar dalam berdikusi.
MOHON AGAR CONTOH LAPORAN PENELITIAN DILAMPIRKAN DALAM DISKUSI
JAWABAN
1. Identifikasi variabel independen dan varibel dependen pada penilitian yang berjudul: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Padi, Studi Kasus di Kecamatan Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah.
Variabel Bebas (Variabel Independen)
adalah variabel yang sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, dan antesenden. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel ini memengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (Sugiyono, 2013: 39).
Variabel ini merupakan variabel yang diduga memiliki fungsi sebagai penyebab timbulnya variabel yang lain. Biasanya variabel bebas akan dimanipulasi, diamati dan diukur dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruhnya terhadap variabel lainnya. Secara singkat, variabel bebas adalah variabel yang dapat mempengaruhi atau menjadi penyebab perubahan atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel bebas memiliki fungsi utama sebagai acuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap variabel lain.
Contoh Variabel bebas pada lampiran penelitian ini: (hal:185 atau hal 6, baris ke 25 kolam pertama)
Dari penelitian tersebut yang menjadi variabel bebasnya adalah luas lahan garapan, jumlah tenaga kerja efektif,jenis Pupuk, insektisida, dan pengalaman petani. Faktor-faktor ini bisa mempengaruhi variable yang lain. variabel bebas tersebut memungkinakan untuk dimanipulasi dengan menambah atau mengurangi jumlahnya selama proses penelitian.
Variabel Terikat atau Dependen
sering disebut sebagai variabel output, kriteria, dan konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2013: 39). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah komitmen kerja (Y).
variabel ini merupakan hasil yang timbul sebagai akibat langsung dari manipulasi dan pengaruh variabel bebas. Dalam sebuah penelitian variabel tergantung diamati dan diukur untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas. Disini variabel dependen juga disebut dengan variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel tergantung berfungsi untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas.
Contoh Variabel Terikat pada lampiran penelitian ini: (hal:185 atau hal 6, baris ke 24 kolam pertama)
Dari penelitian tersebut yang menjadi variabel terikatnya tanaman padi atau lebih jelasnya, produksi dari proses produksi tanaman padi di Kecamatan Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah. Jumlah produksi biji padi diperhatikan atau diteliti tingkat produksinya dengan memanipulasi luas lahan, kuantitas pupuk buatan, atau jumlah pekerja yang menangani perkebunan belimbing tersebut.
1. Ciri kebenaran iilmiah
Untuk menghasilkan kebenaran ilmiah, kita harus melakukan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah memiliki beberapa ciri yang harus diterapkan dalam proses penelitian. Ciri-ciri itu mencakup: memiliki masalah yang spesifik, sistematis, empiris, bukan mengenai moral, bersifat publik, kritis, obyektif, terkontrol, serta menggunakan teori dan hipotesis.
Alasan penelitian tersebut memiliki 2 kebenaran ilmiah ialah metode penelitian yang digunakan pada laporan penelitian tersebut menggunakan metode ilmiah. Contohnya: masalah dalam penelitian tersebut sudah sfesifik, menggunakan teori dan hipotesis.
1. Proses penelitian
Pada contoh laporan penelitian tersebut sudah menggunakan 13 tahap proses dalam penelitian, yaitu:
1. Rumusan masalah
2. Kajian teori dan hasil penelitian yang relevan
3. Kerangka pemikiran
4. Perumusan hipotesis
5. Desain penelitian
6. Subyek penelitian
7. Pengembangan instrumen pengolahan data
8. Penganalisisan reliabilitas dan validitasi instrumen
9. Pengumpulan data
10. Penganalisisan data
11. Pendiskusian hasil analisis Perumusan kesimpulan dan saran
12. Pelaporan
Note : Contoh Laporan Penelitian terlampir
File Lengkap download disini
Menghindari Landasan Teori dan Plagiasi dari tindakan Plagiasi
Oleh
KUSNADI
500630465
MATA
KULIAH: METODE PENELITIAN BISNIS
DOSEN
PENGAMPU: Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA.
UPPBJ
: PANGKALPINANG
FORUM 4, MINGGU 5
MENURUT SAUDARA SEMUA, LANDASAN TEORI
DAN LITERATUR SEPERTI APA YANG BISA TERHINDAR DARI PLAGIASI?
JAWABAN:
Untuk menyusun karya ilmiah agar
terhindar dari kegiatan plagiasi, khusunya plagiasi terhadap landasan teori dan
literarur, kita harus mengetahui definisi dari landasan teori, literarur, dan
plagiat itu sendiri.
Definisi Landasan Teori
Landasan teori adalah
rujukan teori yang relevan yang digunakan untuk menjelaskan tentang variabel
yang akan diteliti, sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap
rumusan masalah yang diajukan (hipotesis) dan penyusunan instrument penelitian.
Teori yang digunakan bukan sekedar pendapat dari pengarang atau pendapat lain,
tetapi teori yang benar-benar telah teruji kebenarannya.
Definisi Literatur
Literatur dapat diartikan sebagai sumber ataupun acuan yang
digunakan dalam berbagai macam aktivitas di dunia pendidikan ataupun aktivitas
lainnya. Literatur juga dapat diartikan sebagai rujukan yang digunakan untuk
mendapatkan informasi tertentu. Literatur dapat berupa buku ataupun berbagai
macam tulisan lainnya.
Melalui
literatur, kita dapat:
1.
menemukan masalah yang akan diteliti,
2.
menyusun latar belakang penelitian,
3.
mengidentifikasi masalah-masalah
mengenai topik yang akan diteliti. Melalui litetatur, kita dapat juga
4.
mengetahui definisi tiap variabel yang
diteliti,
5.
menjelaskan kaitan antara
variabel-variabel maupun penelitian yang relevan mengenai variabel-variabel
yang terkait itu. Atas dasar itu, kita dapat menyusun kerangka pemikiran untuk
dijadikan sebagai dasar membuat kesimpulan berupa hipotesis yang merupakan
jawaban teoritis atau sementara atas masalah yang telah dirumuskan. Melalui
literatur, kita dapat juga mempelajari teknik-teknik untuk menguji secara
empiris jawaban teoritis atas masalah yang telah dirumuskan maupun cara
mengukur variabel penelitian.
Penggunaan
literatur dalam penelitian diawali dengan penelaahan literatur untuk
mengidentifikasi, menilai dan memilih literatur-literatur yang relevan dengan
topik yang akan diteliti. Terkait dengan itu, kita perlu juga mengetahui
sumber-sumber literatur yang dapat ditelusuri.
Definisi Plagiat
Peraturan Menteri
Pendidikan RI No. 17 Tahun 2010 dengan jelas dalam pasal 1 ayat (1) disebutkan,
“Plagiat adalah perbuatan sengaja atau
tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk
suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya
ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber
secara tepat dan memadai”.
Menghindari Landasan Teori dan Literatur dari Plagiasi
Untuk
menghindari terjadinya plagiarisme perlu diketahui beberapa tindakan yang masuk
dalam kategori plagiat, adapun ruang lingkupnya yaitu,
1.
Mengutip kata-kata atau kalimat orang lain tanpa menggunakan
tanda kutip dan tanpa menyebutkan identitas sumbernya;
2.
Menggunakan gagasan, pandangan atau teori orang lain
tanpa menyebutkan identitas sumbernya;
3.
Menggunakan fakta (data, informasi) milik orang lain
tanpa menyebutkan identitas sumbernya;
4.
Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan
sendiri;
5.
Melakukan parafrase (mengubah kalimat orang lain ke
dalam susunan kalimat sendiri tanpa mengubah idenya) tanpa menyebutkan
identitas sumbernya;
6.
Menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan/atau
telah dipublikasikan oleh pihak lain seolah-olah sebagai karya
sendiri.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan,
untuk menghindari landasan teori dan literatur sebuah karya ilmiah dari tindakan
plagiasi, maka:
1. Rujukan
teori yang dijadikan penulis dalam landasan teori sebuah karya ilmiah, penulis
harus menyebutkan identitas sumbernya
2. Setiap
pernyataan tentang suatu fakta, data, pemikiran, atau pendapat, yang bukan
milik penulis, harus disertai dengan menuliskan sumber referensi, kecuali
tentang sesuatu hal yang telah dianggap sebagai pengetahuan umum
3. Apabila kita ingin mengutip sebuah tulisan yang kita
peroleh dari hasil browsing di internet, kita harus mencantumkan alamat website dengan
lengkap dan juga mencantumkan tanggal, bulan, tahun serta waktu ketika kita
mem-browsing situs tersebut. dan mencantumkan sumber tersebut di
dalam daftar pustaka.
4. Apabila kita ingin mengutip perkataan, ide, atau
pendapat orang lain di dalam sebuah buku kita harus menuliskan nama penulis,
judul buku dan tahun pembuatan pada kalimat yang kita kutip tersebut. dan mencantumkan
buku tersebut di dalam daftar pustaka.
Cara Menutip Kutipan Langsung
a. Kutipan kurang dari 4 baris
Kutipan
yang berisi kurang dari 4 baris di tulis di antara tanda kutip (“.....”)
sebagai bagain yang terpadu dalam teks utama, diketik dengan sepasi ganda, dan
nomor halaman sumber yang di kutip harus disebutkan. Nama pengarang dapat
ditulis secara terpadu dalam teks atau menjadi satu dengan tahun dan nomor
halaman di dalam kurung.
Contoh:
contoh kutipan dengan nama pengarang dalam
teks secara terpadu
Soebroto
(1990: 123) menyimpulkan “ada hubungan yang erat antar faktor sosial ekonomi
dengan kemajuan belajar”.
contoh nama pengarang di sebut bersama
tahun penerbit dan no halaman
Kesimpulan
dari penelitian tersebut adalah “ada hubungan yang erat antar faktor sosial
ekonomi dengan kemajuan belajar” (Soebroto, 1990: 123).
contoh kutipan yang didalam kutipan
tertapat tanda kutip maka digunakan tanda kutip tunggal (‘...’)
Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah
“ terdapat kecendrungan semakin banyak ‘campur tangan’ pimpinan perusahaan
semakin rendah tingkat partisipasi karyawan didaerah perkotaan” (suwignyo,
1990: 101)
b. Kutipan
4 baris atau lebih
Kutipan
yang berisi empat baris atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara terpisah
dari teks yang mendahului, dimulai setelah ketukan ke-7 dari garis tepi sebelah
kiri, dan diketik dengan sepasi tunggal.
Contoh:
Ary
(1982 :382) menarik kesimpulan sebagai berikut :
Penyelidikan empiris yang sistematis
dimana ilmuan tidak mengendalikan variable bebas secara langsung karena varible
perwujudan tersebut telah terjadi, atau karena variable tersebut pada dasarnya
memang tidak dapat dimanipulasi.
Jika
dalam kutipan terdapat pargraf baru lagi, baris barunya dimulai dengan tujuh
ketukan lagi dari tepi garis teks kutipan
2. Cara Mengutip Kutipan Tidak Langsung
Kutipan
yang disebut secara tidak langsung atau dikemukakan dengan bahasa penulis
sendiri ditulis tanpa tanda kutip, ditulis dengan sepasi ganda, dan terpadu
dalam teks. Nama pengarang bahan kutipan dapat dapat disebut terpadu dalam
teks, atau disebut dalam tanda kurung beserta tahun terbit. No halaman tidak
harus disebutkan.
Contoh:
Nama pengarang disebut terpadu dalam teks
:
Salimin
(1990) tidak menduga mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun
keempat.
Nama pengarang ditulis terpadu dalam teks
:
mahasiswa
tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat (Salimin 1990).
3. Cara Mengutip Kutipan Yang
Telah Dikutip Di Suatu Sumber
Kutipan
yang diambil dari naskah yang merupakan kutipan dari suatu sumber lain, baik
secara langsung maupun tidak langsung, di kutip dengan menyebutkan nama penulis
asli dan nama pengutip pertamaserta tahun dikutipnya.cara mengutip seperti ini
hanya dibolehkan jika benar-benar sumber asli tidak di dapatkan,dan harus
dianggap sebagai keadaan darurat.
Contoh:
Kerlinger
(dalam Ary. 1982:382) memberikan batasan penelitian ex post facto sebagai :
Penyelidikan
empiris yang sistematis dimana ilmuan tidak mengendalikan variable bebas secara
langsung karena varible perwujudan tersebut telah terjadi, atau karena variable
tersebut pada dasarnya memang tidak dapat dimanipulasi.
Menurut
kerlinger dalam Ary (1982:382) penelitian ex post facto sebagai :
Penyelidikan
empiris yang sistematis dimana ilmuan tidak mengendalikan variable bebas secara
langsung karena varible perwujudan tersebut telah terjadi, atau karena variable
tersebut pada dasarnya memang tidak dapat dimanipulasi.
5. Untuk
menghindari plagiarisme dalam literatur penulis tidak boleh mengaku atau
memberi kesan bahwa ia adalah penulis asli suatu naskah yang ditulis orang
lain, atau mengambil mentah-mentah dari tulisan atau karya orang lain atau
karya sendiri secara keseluruhan atau sebagian, tanpa memberi sumber.
DAFTAR
PUSTAKA
Admin Perpusku. 2016. “Pengertian, Fungsi, & Ciri-ciri Landasan Teori
yang Baik dalam Penelitian” diambil dari: http://www.perpusku.com/2016/06/landasan-teori-penelitian.html,
pada tanggal 1 Maret 2017.
Deepublish. 2016. “ Tips Teknik Menulis
Menghindari Plagiarisme dalam Karya Ilmiah” diambil dari: https://penerbitdeepublish.com/teknik-menulis-penerbit-buku-g045/,
pada tanggal 1 Maret 2017.
Dzikra Ibrahim. 2013. “Pengertian Literatur dan Jenis-jenisnya” diambil dari: https://pengertiandefinisi.com/pengertian-literatur-dan-jenis-jenisnya/,
pada tanggal 1 Maret 2017.
Gorby W Situmorang, dkk. (2014).”Research
Writing Skills And Plagiarisme” diambil dari: http://cumilangit-binus.blogspot.co.id/2014/03/research-writing-skills-and-plagiarisme.html, pada tanggal 1 Maret 2017.
File PDF download disini
Langganan:
Postingan (Atom)